Powered By google

Minggu, 13 Oktober 2013

Pengenalan CSS 3

CSS (Cascading Style Sheets) adalah salah satu bahasa pemrograman web  untuk mengendalikan beberapa komponen dalam sebuah web sehingga akan lebih terstruktur dan seragam. Sama halnya styles dalam aplikasi  pengolahan kata seperti Microsoft Word yang dapat mengatur beberapa style, misalnya heading, subbab, bodytext, footer, images, dan style lainnya untuk dapat digunakan bersama-sama dalam beberapa file. Pada umumnya CSS dipakai untuk memformat tampilan halaman web yang dibuat dengan bahasa HTML dan XHTML. CSS dapat mengendalikan ukuran gambar, warna body teks, warna tabel, ukuran border, warna border, warna hyperlink, warna mouse over, spasi antar paragraf, spasi antar teks, margin kiri/kanan/atas/bawah, dan parameter lainnya. Sebelum CSS lahir dan berkembang, web programer hanya menggunakan tag <table> pada HTML untuk mengatur tata letak tampilan. 

Selasa, 08 Oktober 2013

Profil PT First Media Tbk



Hmmmm udah lama juga saya tidak berkicau-kicau di blog karena cukup sibuk juga sih dengan tugas kampus yang tiada henti-hentinya, belum lagi saya menjadi seorang instruktur di sebuah lembaga Universitas yang cukup terkenal.


Berhubungan saya sudah menjadi mahasiswa tingkat tua jadi saya mencoba memaksimalkan waktu saya 1 tahun terakhir ini menjadi mahasiswa dengan melakukan yang sebaik mungkin. Saya mendapat tugas dari Ibu Suharni  yang mengajar mata kuliah Pengantar Bisnis Informatika. Beliau memberi tugas untuk memberi tugas dengan mencari profil perusahaan yang bergerak di bidang informatika. Hmmmm terlintas dalam pikiran saya ada satu kata yaitu……



Jumat, 14 Juni 2013

Makalah Tic-Tac-Toe


PENDAHULUAN
1.1  Game
Game adalah kata yang berasal dari bahasa inggris yang berarti permainan. Game atau permainan ini pun tidak sembarang dimana di dalamnya terdapat berbagai aturan yang harus dipahami oleh penggunanya. Dalam game juga perlu adanya sekenario agar alur permainan pun jelas dan terarah. Sekenario di sini bisa meliputi setting map, level, alur cerita, bahkan efek yang ada dalam game tersebut.

Jenis-jenis  game :

1.  Edutainment game
Game jenis ini biasanya dibuat lebih sepesifik untuk tujuan tertentu, misalnya untuk balita untuk sekedar mengenal warna dan objek. Ada juga yang ditujukan ke anak sekolah, sebagai contoh game tentang pelajaran biologi dimana di dalam game tersebut menyediakan konten misalnya tentang fungsi organ tubuh manusia.

2.  First person shooter
Jenis game ini menampilkan sudut pandang orang pertama, biasanya yang nampak hanya tangan dan senjata player saja. Contoh game ini adalah CS (Counter strike), Saurbatten, dll.

3.  Real time strategy
Game ini lebih menekankan pada kehebatan strategi pemainya, dan biasanya pemain tidak hanya memainkan satu karakter melainkan lebih dari satu karakter.

4.  Fighting
Game ini menuntut pemainya untuk lincah, cepat tanggap, respon yang baik. Sedikit berbeda dari game fighting lainya yang hanya melawan AI atau komputer saja, melainkan game ini akan teruji jika pemain sudah bisa mengalahkan pemain lainya atau dengan kata lain game ini merupakan game multi player.

5.  Adventure
Berbeda dengan game lain yang menuntut pemainya untuk lincah, refleks, respon. Dalam game petualangan pemain dituntut kemampuan berfikirnya untuk menganalisa tempat secara visual, memecahkan teka-teki maupun menyimpulkan rangkaian peristiwa dan percakapan karakter, menggunakan benda-benda yang tepat dan diletakan di tempat yang tepat.

Komponen game
Dalam sebuah game atau permainan pastilah memiliki komponen dasar yang membuat game tersebut menjadi user friendly, misalnya :
1.      Collision detection, dimana dalam sebuah game dapat mendeteksi efek atau aksi yang perlu dalam sebuah game. Misalnya, jika mobil menabrak maka mobil akan mengalami kerusakan pada body.
2.      NPC, dimana dalam game tersebut player dapat berinteraksi dengan player lain.
3.      Grafik
4.      Suara
5.      Artificial intelegent
6.      Sekenario atau cerita.

1.2  Game tic-tac-toe
Permainan Tic-Tac-Toe sangatlah sederhana diilhami oleh permainan anak-anak. Dimainkan pada papan berukuran 3 x 3. Pada awal permainan, papan dikosongkan. Kedua pemain, X dan O, akan menempatkan   biji-bijinya   keatas   papan,   sekali pasang satu biji. Pemain yang mampu menempatkan tiga bijinya dalam satu garis (vertikal, horizontal, diagonal) itulah yang menang. Dan dikatakan seri apabila papan telah penuh maupun tidak ada yang menang.

Ada beberapa penelitian sejenis yang dilakukan. Misalnya seperti yang dilakukan Samuel dalam Some Studies in Machine Learning Using the game  of  Checkers  [6].  Pada  makalah  tersebut, Samuel menganalisa pembelajaran mesin dan permainan chekers. Samuel menggunakan 26 parameter pada fungsi polinomialnya, berikut nilai- nilainya untuk menentukan bagaimana posisi biji pada papan yang tepat. Tujuannya adalah untuk mencari nilai Xn yang paling efektif dalam menerapkan strategi permainan checkers. Setelah beberapa kali percobaan dilakukan, diperoleh sebuah strategi yang mampu terbaik sehingga mampu bertahan sampai akhir permainan. Sayangnya, proses ini memerlukan waktu yang panjang. Akan tetapi, Samuel menemukan sebuah strategi yang bagus sehingga mampu mengalahkan manusia. Penelitian ini diharapkan mampu menemukan strategi yang serupa terkait dengan permainan Tic-Tac-Toe, dan lebih efektif dengan waktu yang tidak terlalu lama.

Penelitian lain yang sejenis juga telah dilakukan   oleh   Michie[5].   Michie   menganalisa proses pembelajaran mesin dan permainan Tic-Tac- Toe dan menemukan sekitar 300 posisi yang berbeda untuk pemain melakukan langkah awal. Percobaan dilakukan pada semua langkah tersebut dengan memberikan nilai pada tiap langkah, nilai yang tertinggi,  akan  memulai  langkah  terlebih  dahulu. Pada bagian seleksi menggunakan rumus, jika langkah tersebut menghasilkan kemenangan, maka nilai  langkah  dinaikkan,  dan  sebaliknya,  namun untuk langkah pertama, dilakukan secara acak. Setelah dilakukan beberapa kali permainan, mesin akhirnya mampu mempelajari permainan tic-tac-toe tersebut.  Ini  menunjukkan  bahwa,  algoritma genetika mampu mendapatkan strategi yang baru.

Beberapa tulisan juga telah dibuat untuk membahas    permasalahan    sejenis,    misalnya    : Ginsberg  (1993)[2],  Haykin  (1994)[4],  Goldberg (1989)[3] dan Bagley(1967)[1]. Tic-tac-toe, merupakan permasalahan permainan yang kompleks dibandingkan   permainan   lain   sejenis,   misalnya ‘Hexapawn game’. Perbandingan konfigurasinya mencapai 52:612. ini menyebabkan permainan Tic- Tac-Toe sangat sulit dipecahkan.

1.3    Game Engine
Didalam kita membuat suatu aplikasi game, kita membutuhkan sebuah perangkat lunak  untuk membuat game yang disebut dengan game engine. Fungsi utama yang diberikan oleh game engine meliputi rendering untuk 2D atau 3D graphic, collision detection, sound, scripting, animasi, artificial intelligence, networking, memory management, threading dan scene graph. Game engines memberikan perangkat untuk visual development dengan tambahan komponen perangkat lunak yang dapat dipakai berulang kali. Perangkat ini pada umumnya memberikan integrated development environment yang dapat mempermudah, serta mempercepat pengembangan game.Game engine juga sering disebut juga “Game Middleware”. 

Minggu, 28 April 2013

Game Engine Strawberry Prolog





Didalam kita membuat suatu aplikasi game, kita membutuhkan sebuah perangkat lunak  untuk membuat game yang disebut dengan game engine. Fungsi utama yang diberikan oleh game engine meliputi rendering untuk 2D atau 3D graphic, collision detection, sound, scripting, animasi, artificial intelligence, networking, memory management, threading dan scene graph. Game engines memberikan perangkat untuk visual development dengan tambahan komponen perangkat lunak yang dapat dipakai berulang kali. Perangkat ini pada umumnya memberikan integrated development environment yang dapat mempermudah, serta mempercepat pengembangan game.Game engine juga sering disebut juga “Game Middleware”.

Sabtu, 30 Maret 2013

Game


Menjalani rutinitas sehari-hari mungkin terasa membosankan. Maka terciptalah sebuah game virtual. Game virtual ini sejatinya terbagi menjadi 2 bagian yaitu game offline dan game online. Kalau game offline itu tidak membutuhkan koneksi internet dan cenderung kita dapat mentamatkan game tersebut, tetapi kalau game online harus membutuhkan koneksi internet agar bisa memainkan game tersebut, kita juga dapat berinteraksi dengan pemain lain diluar sana entah dia di wilayah mana, negara mana, maupun benua mana dan cenderung game online tidak akan ada tamatnya paling pada saat kita sudah bosan dengan level yang tertinggi mungkin kita akan meninggalkan game tersebut. Game kini dapat dimainkan oleh banyak pemain dalam waktu yang bersamaan meskipun terpisah jarak yang sangat jauh, memainkannya tak lagi konvensional dengan mesin video game arcade, melainkan dengan komputer maupun konsol seperti Wii, PS, Xbox yang terkoneksi dengan internet istilahnya game online.

Ada banyak jenis-jenis genre game diantaranya:

1. RTS (Real Time Strategy)
 genre permainan game seperti ini bersifat strategi, taktik, dan logika. Biasanya berupa perang yang tiap pemainnya memiliki suatu pasukan atau negara. Dalam RTS permainan dapat berupa sejarah, fantasi, dan fiksi ilmiah.
Contoh :  Warcraft, Command & Concuer, Rise of Nations, dan lain-lain



2. FPS (First Person Shooter)
Genre game seperti ini bersifat game tembak-tembakan dengan tampilan pemain adalah tokoh yang dimainkan. Biasanya berupa misi untuk suatu tujuan tertentu. Ciri khas game ini adalah penggunaan senjata jarak jauh.
Contoh : Call of Duty, Point Blank, Counter Strike


3. Vehicle Simulation
Genre game  ini bersifat mensimulasi pengoperasian beberapa kendaraan, kendaraan bisa berupa pesawat terbang, pesawat tempur, kereta, kendaraan perang, maupun kendaraan konstruksi.
Contohnya : Truck Simulator, FlightGear, Tram


4. RPG (Role Playing Game)
Genre game seperti ini  para pemainnya memainkan peran tokoh-tokoh khayalan dan berkolaborasi untuk merajut sebuah cerita bersama. Ada pula jenis lain game RPG ini, diantaranya :

  • LARP (Live Action Role Playing) adalah game RPG dimana para pemain bisa melakukan gerakan fisik tokohnya. Biasanya pemain menggunakan kostum dan menggunakan alat-alat yang sesuai dengan tokoh, dunia dan cerita yang dia mainkan.
  • MMORPG (Massively Multiplayer Online Role-Playing Game) adalah game RPG yang melibatkan ribuan pemain untuk bermain game bersama dalam dunia maya.
Contohnya : Ragnarok, Avalon, RF,


5. Adventure Games
Genre game seperti ini  mengutamakan masalah eksplorasi dan pemecahan teka-teki. Namun terkadang meliputi masalah konseptual, dan tantangan fisik namun sangat jarang.
Contoh :  God of War,  Assasins Creed, Tomb Raider


6. Construction and Management Simulation Games
Genre game seperti ini mesimulasikan proyek membangun dan mengelola. Pada dasarnya adalah masalah ekonomi dan konseptual. Game ini jarang yang melibatkan konflik dan eksplorasi, dan hampir tidak pernah meliputi tantangan fisik.
Contoh : Sim City, Roller Coster Tycoon


Referensi :
http://www.omdading.com/2012/02/                                


Seandainya


Andai saja dia tidak hadir disini. Andai saja aku tak bertemu dengannya. Andai aku tak pernah melihat wajahnya setiap hari dan andai saja perasaan ini tidak pernah ada. Aku mungkin telah jatuh cinta kembali setelah sekian lama aku menyembuhkan sebuah pengalaman pahitku dulu. Aku terpesona dengan wajahnya pada saat aku pertama kali melihat wajahnya. Dia adalah sosok yang sederhana menurutku tetapi ada sisi lain yang aku suka darinya dibandingkan yang lainnya. Dia sosok wanita yang superior menurutku. Mungkin aku saja kalah machonya dengan dia hahahha. Pada awalnya aku bertemu dengannya pada saat aku tingkat 2 di sebuah universitas swasta yang cukup terkenal. Aku terpesona dengan wajahnya walaupun pertama kali melihatnya.
            Semakin lama waktu berputar, perasaan ini pun semakin tumbuh dengan alami. Aku sering memandang wajahnya dari kejauhan. Sedikit demi sedikit aku mulai mencuri-curi pandang dengannya. Ingin rasanya aku mendekatinya tapi pengalaman masa lalu ku terus membayang-bayangi perasaan ini. 4 bulan sudah aku memendam perasaan ini, pada akhirnya aku memutuskan untuk mendekatinya. Mungkin dia terlalu banyak punya teman laki-laki, proses pendekatan ini mungkin hanya sebatas pertemanan saja baginya. Rasa perhatianku padanya, mungkin hanya angin lalu saja baginya.  
            Sudah… cukup…. sudah… pertaruhanku dimulai. Aku akan menyatakan perasaanku padanya pada saat selesai praktikum. Aku mulai menyatakan perasaanku padanya. Mungkin aku seorang laki-laki terbodoh yang ada di dunia ini tanpa melakukan proses pendekatan terlebih dahulu. Aku memberikan sebatang coklat putih kepadanya. Entah kenapa cara klasik nan kuno ini aku terapkan pada saat itu. Aku bilang padanya kalau aku tidak mau mendengar jawabannya karena aku tahu jawabannya pasti ditolak. Karena aku juga tak yakin kalau dia punya perasaan yang sama denganku.
            6 bulan berselang dari peristiwa itu, aku berubah menjadi sosok yang pendiam nan emosional. Aku mendapat kabar dia telah mempunyai seorang kekasih. Sosok orang yang mahir dalam berolahraga yang berbanding terbalik denganku. Dia selalu menceritakan kehidupan percintaan dia dengan kekasihnya setiap kali aku berkumpul-kumpul dengan teman-temanku. Entah kenapa aku menjadi muak dengan cerita itu. Apa aku jealous?
            Aku mulai menarik diri dari teman-temanku. Aku mulai menyendiri. Aku mulai menyibukkan diri untuk kerja sambilan di luar. Pada saat makan siang, aku hanya terdiam saja jika dia ikut makan siang dengan teman-temanku. Sekarang dia lebih memilih meluangkan waktunya untuk berkumpul dengan teman-temanku dibandingkan dengan kegiatan kemahasiswaan dia di kampus. Aku merasa semakin menjauh dari teman-temanku. Padahal aku ingin sekali hang out bersama mereka tapi dia lagi-lagi hadir. Setiap kali dia ikut, aku berubah drastis menjadi sosok pendiam. Daripada aku menjadi duri dalam daging dalam pertemanan ini aku lebih baik menarik diri dari teman-temanku. Aku tidak mau menjadi sosok yang merusak suasana kalau berkumpul. Ada juga yang bertanya kenapa gue jarang hang out bersama. Mungkin kalian juga sudah tau jawabannya apa atas gerak-gerik gue kalau ada dia ikut bergabung. Sekarang sosok gue mulai dilupakan oleh geng Le Min itu. Jika ada acara hang out, gue mulai ga dihubungin lagi. Walaupun hanya basa-basi tapi gue hargai semua itu teman.
            Ingin rasanya gue membuang perasaan suka yang konyol ini jauh-jauh dan kembali berkumpul, tapi kini keadaannya telah berbeda. Rasanya teman-teman gue mulai comfort dengan dia dibandingkan gue. Perlahan-lahan sosok gue mulai digantikan dengannya. Jujur di dalam hati gue, gue lebih memilih ketawa bersama kalian lagi teman. Seandainya dulu tidak terlalu sering memandang wajahnya. Seandainya rasa ini tidak pernah hadir. Seandainya perasaan dan rasa ini tak terungkap, mungkin kebisuan ini tidak pernah hadir.......

Selasa, 12 Februari 2013

Hair Modelling



Kata Pengantar
        Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan nikmat dan karunia-Nya sehingga kami sebagai tim penyusun dapat menyelesaikan penulisan e-book yang berjudul “Hair”Modelling”. Penulisan e-book ini ditujukan kepada Fakultas Teknologi Industri Jurusan Teknik Informatika, Universitas Gunadarma.
 E-book ini bertujuan untuk memberikan penjelasan tentang Hair Modelling serta penerapannya dengan menggunakan software blender. Kami dari tim penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak I Made Wiryana yang telah memberikan bimbingan maupun arahan kepada kami sehingga kami bisa menyelesaikan pembuatan e-book ini. Kami juga berterima kasih juga kepada teman-teman kelas 3IA03 yang telah turut membantu dalam memberikan informasi tentang tata cara penulisan di software Lyx.
 Kami menyadari bahwa penulisan e-book ini masih sederhana. Untuk itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Namun demikian kami berharap semoga penulisan e-book ini dapat bermanfaat khususnya bagi kami dan pembaca pada umumnya.






Depok, Februari 2013




Tim Penulis

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More